Home / Kegiatan / Bermain Peran Pengaruh Perkembangan Anak

Bermain Peran Pengaruh Perkembangan Anak

Mungkin di antara kita menganggap remeh ketika anak kita sedang bermain peran. Ternyata dengan bermain peran banyak sekali manfaat untuk anak, apa saja itu? mari kita simak, pahami, dan praktekkan bersama.
Pada masa emas atau golden age, seorang anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada tingkat drastis yang mencakup perkembangan berfikir, perkembangan motorik, perkembangan emosi, perkembangan sosial dan tentu saja perkembangan fisiknya.
Masa ini terjadi pada usia 0 sampai 8 tahun dan pada periode berikutnya tidak akan terjadi lagi lonjakan perkembangan tersebut. Oleh karena itu setiap orang tua harus memberikan perhatian khusus pada usia penting dalam perkembangan seorang anak karena nantinya akan memberikan pengaruh pada perkembangan dan kehidupan anak di masa berikutnya.
Main peran adalah main simbolik, pura-pura, make-believe, fantasi, imajinasi, atau main drama, sangat penting untuk perkembangan kognitif, sosial, dan emosi anak pada usia 3-6 tahun. Main peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta, tahapan ingatan, kerja sama kelompok, penyerapan kosa kata, konsep hubungan kekeluargaan, pengendalian diri, keterampilan pengambilan sudut pandang spasial, keterampilan pengambilan sudut pandang afeksi, keterampilan pengambilan sudut pandang kognisi.
Jenis main peran ada 2 yaitu main peran mikro dan main peran makro. Main peran mikro adaah anak memainkan peran melalui tokoh yang diwakili oleh benda- benda berukuran kecil, contoh kandang dengan binatang-binatangan dan orang-orangan kecil. Sedangkan main peran makro adalah anak bermain menjadi tokoh menggunakan alat berukuran besar yang digunakan anak untuk menciptakan dan memainkan peran-peran, contoh memakai baju dan menggunakan kotak kardus yang dibuat menjadi mobil-mobilan atau alat memasak.
Untuk menampilkan kembali pengalaman yang didapat melalui panca indera dengan menampilkan dalam bentuk perilaku pura-pura.
Tujuan bermain peran :
Memberikan kekuatan sebagai dasar perkembangan daya cipta, tahapan ingatan, kerjasama kelompok, pengendalian diri.
Untuk meningkatkan perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak usia tiga sampai enam tahun.
Sebagai terapi bagi anak yang mendapatkan pengalaman traumatik.
Mengembangkan kemampuan berbahasa dan bermain peran atau simbolik play anak usia dini.
Dapat melatih kemampuan mendengar, berbicara, pra membaca, dan pra menulis.
Dapat melatih kemampuan memerankan suatu peran menggunakan alat tertentu dan menyusun ide cerita.
Dapat melatih kemampuan percaya diri, keberanian, spontanitas, kerjasama, kompromi, reaksi emosi yang wajar, tenggang rasa, kepemimpinan, dan inisiatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *