Home / Dakwah / Dakwah Sebagai Tanda Orang Mukmin

Dakwah Sebagai Tanda Orang Mukmin

Jika demikian kondisinya, bagaimana seorang mukmin tidak peduli dengan mukmin lainnya, apakah ia akan dimasukkan ke dalam surga, ataukah justru akan dimasukkan ke dalam neraka? Oleh karena itu, setiap Mukmin wajib menunaikan tugas sucinya, yaitu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, seperti yang telah disebutkan oleh Allah Swt. di dalam firman-Nya berikut ini, “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah berserta Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sebab sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,” (QS al-Taubah [9]: 71).

Sebenarnya, seluruh mukmin laki-laki maupun perempuan menjadi wali (penolong) antara yang satu dengan yang lain. Jadi, posisi perwalian itu dapat mereka wujudkan dalam bentuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar . Sebab, tugas tersebut merupakan perintah wajib yang harus dilakasanakan oleh setiap mukmin.

Setiap mukmin tidak akan melupakan saudaranya dari tugas suci tersebut. Sebab, hanya dengan cara itu seorang mukmin akan melaksanakan semua perintah agamanya dengan baik. Jika semua anggota masyarakat muslim mempunyai sifat dan sikap yang baik seperti itu, maka masyarakat akan teratur dengan baik, serta mereka akan diliputi rahmat dari sisi Allah Swt. sepanjang masa.

Sebaliknya, jika sifat dan sikap orang-orang mukmin sudah menyerupai kaum munafik, maka hidup mereka tidak akan sebaik orang-orang beriman yang sejati. Seperti telah digambarkan oleh Allah „Azza wa Jalla di dalam firman-Nya berikut ini, “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka dengan sebagian yang lain adalah sama. Mereka senantiasa menyuruh berbuat yang munkar, dan melarang dari berbuat yang ma’ruf, serta mereka menggenggamkan tangan (berlaku kikir). Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik,” (QS al-Taubah [9]: 67).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *